UMKM dan Koperasi

Kemendag Fasilitasi Sertifikasi Barcode untuk Dorong Produk UMKM

2 kali dilihat

Diperbarui 9 October 2026, 17:00 WIB

JAKARTA, AktuaNews – Kementerian Perdagangan memfasilitasi sertifikasi kode batang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membuka akses pemasaran produk lokal ke jaringan ritel modern di Indonesia.

Pemerintah menggandeng GS1 Indonesia guna menerbitkan sertifikasi kode batang bagi produk pangan dalam kemasan serta perawatan kecantikan. Program fasilitasi pada tahap awal ini menyasar 50 pelaku usaha lokal agar barang dagangan mereka memenuhi standar inventori ritel modern, termasuk minimarket dan toserba.

Dalam acara pembukaan fasilitasi di Kompleks Kementerian Perdagangan, Jakarta, Menteri Perdagangan Budi Santoso menerangkan bahwa peritel modern membutuhkan sistem kode batang untuk mempermudah distribusi serta menekan kesalahan pencatatan barang. Pelaku usaha juga dituntut tetap menjaga mutu serta daya saing produk di samping melengkapi kemasan dengan kode batang.

“Diharapkan, teman-teman UMKM kalau sudah pakai barcode akan semakin mudah lagi barang-barangnya untuk bisa diterima di ritel modern,” kata Budi Santoso.

Berdasarkan data Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Budi menyebut hampir 80 persen gerai ritel modern kini telah terisi barang produksi dalam negeri. Keberadaan sekitar 50.000 gerai ritel swalayan di seluruh tanah air dinilai menjadi potensi besar untuk menyerap lebih banyak komoditas lokal.

Kementerian Perdagangan berencana memperluas jangkauan program sertifikasi kode batang dan pendampingan digitalisasi bagi pelaku usaha lokal pada masa mendatang.

Sumber: Republika; Kumparan; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.