Sumber foto: Kumparan Gempa Dangkal Magnitudo 5,9 Guncang Sumba Barat Daya
5 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 16:55 WIB
KODI, AktuaNews – Gempa bumi dangkal bermagnitudo 5,9 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi, mengakibatkan satu orang terluka serta merusak puluhan bangunan rumah warga dan sekolah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan lindu terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Pusat gempa terletak di laut pada jarak 29 kilometer barat daya Kodi dengan kedalaman 30 kilometer. Peristiwa ini dipicu aktivitas sesar aktif, yang diduga kuat berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyatakan kerusakan fisik dilaporkan melanda wilayah Pero Konda, Sumba Barat Daya. Bangunan terdampak di lokasi tersebut meliputi satu gedung sekolah dasar Islam dan dua rumah tinggal.
“Berdasarkan laporan yang kami terima dengan berkoordinasi melalui UPT setempat dan juga BPBD hingga pukul 08.40 Waktu Indonesia Bagian Barat, kerusakan di beberapa wilayah pada pada kategori kerusakan sedang dan juga diinformasikan ada satu orang luka ringan,” kata Teguh Rahayu.
Kerusakan lain dilaporkan oleh Kepala Desa Weepangali, Fransiskus Umbu Gete, seperti diberitakan Kumparan. Fransiskus menyebut gempa berkekuatan 6,1 magnitudo sebelum pemutakhiran parameter itu menyebabkan sepuluh rumah warganya di dusun dua dan empat mengalami rusak berat.
Getaran Kuat dan Imbauan Warga
Guncangan terkuat mencapai skala VI MMI di daerah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Getaran itu memicu kepanikan warga yang berhamburan ke luar kediaman masing-masing untuk menyelamatkan diri.
BMKG memastikan rangkaian aktivitas tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Hingga pukul 06.25.55 WIB, BMKG mendeteksi keberadaan satu kali gempa susulan di sekitar episenter.
Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengimbau masyarakat agar menjauhi bangunan yang telah retak atau mengalami kerusakan struktur. Masyarakat juga diminta tetap tenang serta tidak mudah memercayai kabar yang kebenarannya belum terverifikasi.
Sumber: Kumparan; Okezone; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.