Sumber foto: Kumparan IMF Setujui Pinjaman Senilai US$ 1,9 Miliar untuk Atasi Krisis Bolivia
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:02 WIB
Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional menyetujui program pinjaman 36 bulan senilai 1,9 miliar dolar Amerika Serikat untuk membantu pemerintah Bolivia mengatasi krisis ekonomi serta menstabilkan keuangan publik pada Jumat (2/10/2026).
Melalui fasilitas Extended Fund Facility, Bolivia memperoleh akses pendanaan sebesar SDR 1,369 miliar, dengan pencairan awal langsung sebesar 214 juta dolar Amerika Serikat. Pencairan selanjutnya akan diberikan secara bertahap berdasarkan evaluasi pelaksanaan program. Program pembiayaan ini dirancang untuk memulihkan stabilitas makroekonomi, membangun kembali cadangan devisa, dan memperkuat perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.
Dalam pernyataan resminya, Wakil Direktur Pelaksana IMF Nigel Clarke memaparkan fokus utama dari agenda pembiayaan tersebut. “Upaya fiskal yang dilakukan di awal mencakup penghapusan bertahap subsidi bahan bakar yang tersisa melalui mekanisme penetapan harga otomatis bersamaan dengan perlindungan sosial yang lebih kuat dan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Reformasi Fiskal dan Moneter
Kebijakan fiskal Bolivia diarahkan untuk menekan beban utang dan meningkatkan efisiensi pengeluaran belanja negara. Pemerintah setempat juga mulai menempuh langkah reformasi perusahaan umum serta menyusun kerangka fiskal jangka menengah. Sejalan dengan agenda tersebut, subsidi bahan bakar minyak mulai dikurangi secara bertahap.
Pada sektor moneter, bank sentral Bolivia didorong untuk meninggalkan pembiayaan defisit anggaran dan mempercepat transisi ke penargetan uang cadangan. Bank sentral juga mulai mengadopsi sistem nilai tukar yang lebih fleksibel setelah sebelumnya menerapkan nilai tukar tetap selama 15 tahun.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Kumparan, program pinjaman ini memiliki jangka waktu pembayaran hingga sepuluh tahun dengan tingkat bunga antara 3 persen dan 3,5 persen. Kesepakatan dengan IMF ini diharapkan dapat menarik pembiayaan lanjutan sekitar empat miliar dolar Amerika Serikat dari lembaga keuangan internasional lainnya guna memperkuat iklim investasi swasta di Bolivia.
Ralat (04/10/2026 22.46 WIB): Persetujuan Dewan Eksekutif IMF terjadi pada Jumat (2/10/2026), bukan Minggu (4/10/2026).
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.