Energi

Tujuh Negara OPEC+ Sepakat Pertahankan Batas Produksi Minyak

1 kali dilihat

Diperbarui 9 October 2026, 17:02 WIB

Tujuh negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi beserta sekutunya (OPEC+) memutuskan untuk mempertahankan tingkat batas produksi minyak bumi untuk November 2026 dalam pengumuman resmi pada Minggu (4/10/2026).

Kelompok tersebut beranggotakan Rusia, Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Seluruh negara anggota itu sepakat mempertahankan kuota produksi yang sebelumnya telah berlaku sejak September 2026.

“Ketujuh negara peserta memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi yang ditetapkan untuk September 2026 pada November 2026,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.

Sejak September, kelompok tujuh negara ini menaikkan batas maksimal produksi yang diizinkan sebesar 188.000 barel per hari di luar jadwal kompensasi kelebihan pasokan. Kenaikan tersebut mendorong batas produksi maksimal menjadi 31,01 juta barel per hari sekaligus menyelesaikan penghentian pemangkasan sukarela.

Namun, volume itu belum memasukkan keputusan aliansi mengenai perpanjangan masa kompensasi kelebihan produksi yang diperpanjang hingga Desember 2026. Jadwal sebelumnya telah berakhir pada akhir Juni, sedangkan jadwal kompensasi yang baru belum diumumkan secara resmi.

Rekomendasi JMMC

Komite Pemantau Tingkat Menteri Bersama (JMMC) OPEC+ juga merekomendasikan tidak adanya perubahan terhadap parameter kesepakatan produksi saat ini. Rekomendasi tersebut dikeluarkan seusai peninjauan data produksi minyak mentah periode Juli dan Agustus 2026 yang menunjukkan kepatuhan para anggota.

Tidak ada keputusan baru lain yang diambil dalam agenda pertemuan itu. Aliansi memastikan agenda pertemuan rutin bulanan tetap berjalan untuk mengevaluasi perkembangan pasar minyak dunia.

Pertemuan berkala tingkat menteri tujuh negara OPEC+ diagendakan kembali pada 1 November 2026. Sementara itu, pertemuan komite pemantau JMMC dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026.

Sumber: Jawa Pos; Media Indonesia; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.