Asia Pasifik

Tiongkok Bantah Kirim Mata-Mata untuk Pantau Anak Pemimpin Taiwan

2 kali dilihat

Diperbarui 9 October 2026, 17:03 WIB

Kementerian Luar Negeri Tiongkok membantah tudingan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat mengenai pengiriman mata-mata untuk mendekati anak dari pemimpin Taiwan, Lai Ching-te, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (7/10/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menegaskan posisi pemerintahannya terhadap tuduhan aparat Amerika Serikat tersebut. “China menentang upaya memfitnah China dengan menjajakan apa yang disebut sebagai narasi ‘mata-mata China’,” kata Guo Jiakun.

Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap seorang agen properti asal California bernama Wanying Zhang pada Minggu (4/10/2026). Perempuan berusia 34 tahun tersebut diamankan di Bandara Internasional Los Angeles saat bersiap menaiki pesawat menuju Tiongkok atas sangkaan bekerja sebagai agen yang tidak terdaftar.

Jaksa federal bersama FBI menduga warga negara Amerika Serikat hasil naturalisasi tersebut memantau rumah putra Lai Ching-te, yakni Ting-Yu Lai. Zhang disangka mengirimkan sejumlah data berupa foto, rekaman video, hingga informasi pelat nomor kendaraan kepada seorang pejabat pemerintah Tiongkok.

Berdasarkan berkas pengaduan pidana FBI, Zhang bersama seorang rekannya sempat terbang menuju Seattle pada 1 September 2025 atas perintah pejabat Tiongkok. Kamera pengawas di sekitar lokasi sempat merekam gerak-gerik mereka saat mengamati kediaman target dari dalam mobil.

Perempuan yang juga dikenal dengan nama Heather tersebut sudah dihadirkan di pengadilan federal di Los Angeles. Hingga Rabu (7/10/2026) sore waktu setempat, Zhang masih menunggu jalannya persidangan untuk menentukan penetapan jaminan atau status penahanan resminya.

Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik (DPP) memimpin Taiwan dengan kebijakan peningkatan anggaran pertahanan dari tiga persen menjadi lima persen dari PDB. Pemerintah di Beijing melabeli Lai sebagai figur berbahaya dan bagian dari kelompok separatis yang berisiko menyulut konflik lintas Selat.

Sumber: Jawa Pos; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.