Energi

Pertamina Dorong Transisi Rendah Karbon dan Ketahanan Energi

1 kali dilihat

Diperbarui 9 October 2026, 16:59 WIB

JAKARTA, AktuaNews – PT Pertamina (Persero) menjalankan transisi energi nasional secara paralel dengan tetap menjaga keandalan pasokan serta keterjangkauan harga masyarakat pada forum Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa transisi energi tidak boleh mengorbankan stabilitas kebutuhan warga. Keandalan pasokan masa kini menjadi fondasi utama sebelum beralih ke sumber energi bersih masa depan.

“Reliability and decarbonization are a sequence, not a trade-off,” ujar Agung.

Salah satu wujud langkah tersebut berupa pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pembangkit berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) dengan penyimpanan baterai 1 megawatt hour (MWh) itu menggantikan diesel dan melayani lebih dari 200 rumah tangga.

Pasokan listrik tersebut juga dimanfaatkan menggerakkan fasilitas penyimpanan dingin serta mesin pembuat es bagi nelayan setempat. Model elektrifikasi pulau ini diproyeksikan dapat diterapkan pada wilayah kepulauan lain yang memerlukan sistem serupa.

Bahan Bakar Nabati dan CCS

Pada sektor bahan bakar nabati, Pertamina menggenjot biodiesel B50 dan bioetanol berbahan baku tebu untuk campuran bensin guna menekan impor BBM. Selain itu, korporasi menjalin kerja sama pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) bersama mitra dari Jepang, Korea, serta negara anggota ASEAN.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan pemerintah terus mendorong penanaman modal sektor strategis lewat pemangkasan izin dan penyediaan fasilitas investasi, termasuk pada proyek pengolahan sampah menjadi energi.

Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, perseroan menerapkan strategi pertumbuhan ganda, yakni memperkuat bisnis migas sekaligus memperbesar porsi energi terbarukan guna mencapai target emisi nol bersih tahun 2060.

Sumber: Detik; Okezone; Kumparan

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.