Sumber foto: Liputan6 Peter Surya Wijaya Ungkap Alasan Kembangkan Film Ghosthing
4 kali dilihat
Eksekutif produser Peter Surya Wijaya mengungkapkan alasan mengembangkan film Ghosthing karena terpikat perpaduan horor dan komedi yang dinilai mampu memancing tawa penonton saat ditemui di Senayan, Jakarta.
Film produksi Imperial Pictures garapan sutradara Arie Aziz ini mempertemukan Baskara Mahendra sebagai Alfian, seorang perias jenazah, dengan Yasamin Jasem yang berperan sebagai Maya, sosok arwah pemengaruh yang kematiannya menyimpan misteri. Peter mengaku tertarik sejak awal melihat keunikan narasi yang disuguhkan dalam naskah tersebut.
“Waktu saya lihat Ghosthing, itu sangat menarik dari arwahnya, dari ceritanya sangat mampu membawa lucu. Jadi, kita dengan tim kreatif dan produser yang lain ikut mengembangkan film ini,” kata Peter Surya Wijaya.
Apresiasi Peran Yasamin Jasem
Peter, yang sebelumnya kerap menangani film bergenre drama dan horor, menjadikan proyek ini sebagai ruang belajar meracik komedi agar penonton dapat tertawa lebih santai. Dalam proses produksi, keterlibatannya mencakup pendanaan, pengembangan cerita, hingga penentuan pemain dan sutradara.
Ia melontarkan apresiasi terhadap akting Yasamin Jasem yang dinilai berhasil membawakan karakter cerewet, berbeda dengan kepribadian aslinya di kehidupan nyata yang cenderung pendiam. Peter mengingat salah satu adegan jenaka ketika arwah Maya merasuki tubuh karakter Alfian yang diperankan oleh Baskara.
Selain berharap film ini membuka peluang menjangkau penonton internasional, Peter menyebut tim produksi harus menjaga keseimbangan antara kekuatan cerita, sasaran penonton, dan kesiapan tim. Imperial Pictures juga tengah menyiapkan sejumlah proyek cerita baru lintas genre, mulai dari drama, horor, hingga komedi, yang direncanakan meluncur pada tahun depan.
Film Ghosthing dijadwalkan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Oktober 2026.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.