Diplomasi

Malaysia Bakal Bawa Isu Kabut Asap Lintas Batas ke Pertemuan Menlu ASEAN

4 kali dilihat

SEPANG, AktuaNews – Pemerintah Malaysia berencana mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam pertemuan menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN di Manila pada November 2026.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan membahas mekanisme penanganan regional yang lebih efektif. Isu kabut asap dinilai membutuhkan perhatian khusus lantaran saat ini belum masuk ke dalam skema bencana alam di tingkat regional.

“Kami sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam. Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan dengan rekan-rekan sejawat saya,” ujar Hasan di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Malaysia.

Hasan menjelaskan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan laporan tersebut, jarak pandang yang sangat buruk di kawasan terdampak menghambat operasi pemadaman kebakaran melalui jalur udara.

Armada pemadaman Indonesia yang terdiri atas tiga hingga empat pesawat terbang serta 34 helikopter tidak dapat diterbangkan demi keselamatan. Untuk menggantikan operasi udara, Pemerintah Indonesia telah mengerahkan sedikitnya 60.000 personel guna memadamkan api melalui jalur darat.

Upaya penanggulangan di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala berat lain, seperti lokasi kebakaran yang berada jauh di pedalaman, pasokan air yang terbatas, serta api yang terus membara pada lahan gambut. Operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan pun belum dapat berjalan karena ketiadaan awan kumulonimbus yang memadai.

Pemerintah Malaysia mengapresiasi dan mengakui kerja keras otoritas Indonesia dalam menangani situasi sulit tersebut. Kendati demikian, Malaysia tetap mengharapkan langkah-langkah yang lebih efektif ke depan mengingat polusi udara tersebut mulai berdampak buruk bagi masyarakat luas.

Sumber: Republika; Media Indonesia; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.