Sumber foto: Republika Pemeriksaan DNA Membantu Kenali Risiko Kesehatan Lebih Awal
6 kali dilihat
Pemeriksaan DNA dapat membantu mengenali kecenderungan risiko kesehatan berdasarkan profil genetik sebagai pertimbangan menentukan pencegahan penyakit sejak dini, menurut CEO Regene Genomics Vichi Lestari dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Vichi menjelaskan bahwa informasi genetik memberikan gambaran tentang kecenderungan risiko tubuh seseorang untuk mendukung pengambilan keputusan kesehatan. Tes DNA mencakup berbagai aspek seperti nutrisi, kebugaran, kesehatan kulit, hingga potensi risiko kanker lewat panel khusus semisal CANCE-R dan PRIM-O.
Berbeda dengan uji kesehatan umum yang memotret kondisi saat tes berjalan, tes DNA memaparkan kecenderungan faktor genetik. Data itu dapat digunakan sebagai rujukan langkah pencegahan bersama tenaga medis, kendati hasilnya bukan diagnosis mutlak yang memastikan timbulnya penyakit tertentu.
“Setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga dapat memilih pemeriksaan DNA yang sesuai,” ujar Vichi.
Regene mengembangkan platform kesehatan presisi berbasis kecerdasan buatan yang memadukan data genetik, laboratorium, pola makan, perangkat pemantau, dan gaya hidup. Untuk memperluas akses kesehatan dan proteksi finansial, Regene berkolaborasi dengan Great Eastern Life Indonesia lewat program Great Double Care.
Melalui program kemitraan itu, pembeli paket pemeriksaan DNA yang memenuhi ketentuan berhak atas asuransi Great ProInsure CI dengan uang pertanggungan mencapai Rp150 juta. Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie menyatakan langkah ini membantu masyarakat bersiap jika risiko sakit benar terjadi.
Kerja sama tersebut meluncur bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan tiap Oktober, seperti diberitakan ANTARA. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan Indonesia berada pada angka 93,61 persen, sedangkan literasi keuangan menyentuh 69,57 persen.
Sementara itu, data Kementerian Kesehatan pada Februari 2025 mencatat sekitar 400 ribu kasus kanker baru setiap tahun di Indonesia dengan 240 ribu kematian. Kasus kanker diproyeksikan bertambah melampaui 70 persen pada 2050.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.