BYD meluncurkan kei car BYD Racco di Japan Mobility Show 2025, yang digelar 30 Oktober-9 November 2025 di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang. ANTARA/X/BYD Global. — Sumber foto: ANTARA BYD Kaji Peluang Pasarkan Mobil Listrik Mungil Racco di Indonesia
2 kali dilihat
Produsen otomotif BYD mengkaji potensi pasar untuk memasarkan mobil listrik berkonsep kei car, BYD Racco, di Indonesia menyusul peluncuran perdananya di sejumlah negara setir kanan di luar Jepang.
Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan menyatakan pihaknya terus mengolah umpan balik konsumen serta menjalankan survei langsung. Langkah tersebut bertujuan mengetahui minat masyarakat terhadap mobil listrik berukuran ringkas itu.
“Sementara ini kita masih olah dan analisa terus dari permintaan dan umpan balik yang ada,” kata Luther.
Luther menambahkan bahwa penerimaan awal dari masyarakat terhadap model tersebut tergolong positif di atas kertas. Manajemen BYD Indonesia kini menanti hasil kajian pasar sebelum memutuskan langkah resmi terkait waktu peluncurannya di Tanah Air.
Sebelum melirik pasar Indonesia, BYD Racco pertama kali meluncur di Jepang pada akhir Juli 2026. Kendaraan ini mencatatkan seribu pesanan dalam waktu dua pekan awal dan ditargetkan membukukan sepuluh ribu pesanan hingga pengujung 2026.
Ekspansi ke pasar internasional kemudian dimulai ke Sri Lanka pada 9 Oktober, seperti diberitakan ANTARA, dengan harga perkenalan 11.450.000 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp625 juta. Pemesanan unit kendaraan setir kanan tersebut juga sudah dibuka di Makau.
Spesifikasi Teknis Racco
BYD Racco dirancang dengan penggerak roda depan dan mengusung bentuk bodi mengotak. Dimensi mobil mencakup panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, tinggi 1.800 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.520 milimeter.
Kendaraan perkotaan dengan kapasitas empat penumpang ini memiliki ruang bagasi berkapasitas 280 liter dan radius putar minimum 4,8 meter. Pabrikan membekalinya dengan motor listrik bertenaga 47 kilowatt atau 63 daya kuda serta torsi puncak 160 Newton meter.
Pembeli diberikan dua opsi baterai lithium iron phosphate (LFP), yakni kapasitas 22,4 kilowatt-jam dengan jarak tempuh 210 kilometer dan kapasitas 35,84 kilowatt-jam yang mampu menjelajah hingga 320 kilometer.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.