Sumber foto: Republika BDO Soroti Keamanan Data dalam Pemanfaatan Kecerdasan Buatan
4 kali dilihat
Perusahaan BDO di Indonesia menyoroti aspek keamanan data sebagai tantangan krusial dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor usaha karena berpotensi memicu kebocoran informasi yang mengancam reputasi bisnis.
Chief Executive Officer (CEO) BDO di Indonesia Thano Tanubrata menyatakan laju perkembangan teknologi perlu diimbangi kesiapan kebijakan, sistem kendali, serta pengawasan memadai. Langkah tersebut diperlukan guna menekan risiko finansial dan menjaga kelangsungan operasional perusahaan.
“Kebocoran data dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi. Komite audit perlu memastikan organisasi memiliki tata kelola yang memadai agar adopsi AI tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Thano dalam keterangan tertulis.
Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia Reza Aminy menerangkan, korporasi wajib memahami aturan pengelolaan data penyedia sistem sebelum memasukkan informasi internal maupun data konsumen. Selain ancaman kebocoran data, pemanfaatan AI memunculkan potensi penyalahgunaan teknologi rekayasa video atau deepfake untuk penyamaran pimpinan rapat daring hingga informasi keliru dari program percakapan otomatis.
Reza menambahkan, tata kelola harus disiapkan sebelum teknologi dioperasikan, terutama jika bersentuhan langsung dengan konsumen, mengolah data rahasia, atau memengaruhi keputusan penting. Sistem juga memerlukan kejelasan tujuan, penanggung jawab, evaluasi berkala, keterlibatan verifikasi manusia, serta peningkatan kecakapan auditor internal.
BDO di Indonesia mendorong optimalisasi pengawasan tersebut melalui kolaborasi bersama Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). Ketua Dewan Pengurus IKAI Maliki Heru Santosa menjelaskan bahwa forum bersama tersebut menjadi sarana pertukaran pengalaman antaranggota guna memperkuat fungsi pengawasan komite audit terhadap dinamika teknologi modern.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.