Sumber foto: Liputan6 Luhut Pastikan Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Tak Picu Konflik
3 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kebijakan pemangkasan ekspor gas ke Singapura tidak akan memicu perselisihan diplomatik antarkedua negara seraya menyerahkan evaluasi teknisnya kepada kementerian terkait.
Luhut menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempertegas posisi kedaulatan nasional di kawasan regional tanpa merusak hubungan bilateral. Ia telah berkoordinasi langsung mengenai kebijakan tersebut bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.
“Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga,” ujar Luhut di Kantor DEN.
Luhut menambahkan bahwa pemerintah terus mengkaji kebijakan energi secara teliti demi mengamankan kepentingan nasional. Ia juga menekankan perlunya pembenahan internal di dalam negeri serta pentingnya mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto di tingkat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Sebelumnya, pemerintah memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd) atau sekitar delapan persen dari total volume ekspor 409,55 MMscfd. Pasokan gas pipa tersebut berasal dari fasilitas produksi di Laut Natuna dan Sumatra.
Bahlil Lahadalia menyatakan pemotongan pasokan dilakukan akibat peningkatan kebutuhan gas domestik serta adanya kegiatan pemeliharaan fasilitas operasi. Penyesuaian volume tersebut dipastikan tetap menghormati kesepakatan dagang bilateral karena masih berada dalam batas minimum kontrak sebesar 91 hingga 92 persen.
Selain menyalurkan gas pipa, Indonesia tercatat memasok gas alam cair (LNG) ke Singapura mencapai sekitar 146 kargo. Pemerintah terus memprioritaskan alokasi gas untuk operasional pembangkit listrik PT PLN dan bahan baku industri nasional.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.