Sumber foto: Liputan6 Paus Leo XIV Berikan Hak Suara dalam Pemilu Paruh Waktu AS
20 kali dilihat
VATIKAN, AktuaNews – Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menggunakan hak suaranya melalui pos dalam pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat, yang dikonfirmasi oleh otoritas Vatikan pada Jumat (30/10/2026).
Partisipasi ini mencatatkan sejarah baru sebagai peristiwa pertama seorang paus memberikan suara dalam pemilihan politik. Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia yang lahir di Chicago tersebut mengirimkan surat suara melalui pos atau mail-in ballot di Illinois untuk pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November.
Dalam pernyataan resminya, Kantor Pers Takhta Suci menyatakan Paus Leo XIV senantiasa memakai hak suaranya sebagai warga negara AS setiap kali memenuhi persyaratan. Vatikan juga menekankan pandangan Paus mengenai keterlibatan warga dalam sistem pemilihan.
“Bapa Suci telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat setiap kali ia memenuhi syarat untuk melakukannya,” demikian pernyataan resmi dari Vatikan.
Vatikan menambahkan bahwa Paus meyakini adanya hak dan kewajiban bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi. Kebiasaan memilih ini juga dilakukan Paus Leo XIV saat tinggal di Peru selama bertahun-tahun, mengingat dirinya memegang kewarganegaraan ganda AS dan Peru.
Dinamika Politik dan Kesehatan
Keputusan memberikan suara ini berlangsung di tengah hubungan yang sempat tegang antara Paus Leo XIV dan Presiden AS Donald Trump. Kedua tokoh sebelumnya berbeda pandangan terkait isu imigrasi serta konflik militer dengan Iran.
Paus Leo XIV sebelumnya menjabat dengan nama Robert Francis Prevost sebelum terpilih menduduki takhta kepausan pada Mei 2025. Menurut catatan sipil yang diberitakan Liputan6.com, Prevost tercatat pernah mengikuti pemilihan pendahuluan Partai Demokrat maupun Partai Republik di Illinois pada masa lalu.
Seperti diberitakan Media Indonesia, pengajuan surat suara pos dilakukan ke Kantor Clerk Will County pada 3 Oktober. Paus berusia 71 tahun itu sempat menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan akibat kanker paru-paru, namun telah dijadwalkan melanjutkan perjalanan kerja ke Uruguay, Argentina, dan Peru.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.