Sumber foto: Kumparan AS Lancarkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm Iran
0 kali dilihat
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terbatas secara tertutup ke Pulau Qeshm, Iran, pada Senin (2/11/2026) sebagai tindakan defensif untuk melindungi pelayaran kapal komersial di jalur strategis Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya lima ledakan terdengar berturut-turut di pulau terbesar kawasan Selat Hormuz tersebut. Sejumlah warga setempat juga melihat dua pesawat melintas di wilayah udara pulau itu saat peristiwa terjadi.
Operasi militer ini terungkap lewat laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS tanpa menyebutkan nama. Pihak pejabat menyatakan tindakan tersebut bertujuan membatasi kemampuan Iran menyerang kapal komersial yang melewati Selat Hormuz. Jalur perdagangan energi dunia tersebut sebelumnya mengalami gangguan pelayaran akibat blokade selama konflik delapan bulan terakhir.
Washington sengaja tidak mengumumkan serangan tersebut ke publik guna menghindari persepsi bahwa AS berniat kembali menggelar operasi tempur berskala besar. Pentagon sempat mengarahkan pertanyaan terkait peristiwa ini kepada Komando Pusat AS (CENTCOM), tetapi CENTCOM belum memberikan tanggapan.
Sinyal Diplomasi
Operasi militer tersebut berlangsung bersamaan dengan munculnya sinyal pembicaraan damai dari Washington menjelang pemilihan paruh waktu di AS. Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan peluang damai untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara masih terbuka.
“Kesepakatan bisa saja tercapai,” ujar Trump.
Pernyataan Trump tersebut menumbuhkan optimisme pasar dan memicu penurunan harga minyak dunia lebih dari tujuh persen pada perdagangan Senin seiring harapan terbukanya kembali distribusi energi di Selat Hormuz.
Sebelum aksi militer ini, AS tercatat beberapa kali menyerang kawasan Pulau Qeshm, termasuk gempuran terhadap fasilitas radar pada 6 Juni serta target sistem pertahanan udara dan komunikasi milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 1 September.
Sumber: Kumparan; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.