Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/11/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri — Sumber foto: ANTARA Indonesia Bangun Ekosistem Hilirisasi Nikel Baterai Mobil Listrik
0 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Pemerintah menyatakan Indonesia sukses membangun industri hilirisasi nikel dengan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi secara penuh mulai dari sektor tambang hingga sel baterai.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat membuka pameran Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta.
“Alhamdulillah sekarang Indonesia salah satu negara yang berhasil membangun industri hilirisasi dengan ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari tambang sampai baterai cell,” ujar Bahlil.
Bahlil, yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memaparkan bahwa Indonesia saat ini memiliki tiga fasilitas pabrik baterai. Fasilitas tersebut berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, serta pabrik milik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, yang beroperasi sejak Juli 2024.
Satu pabrik baterai lain milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) di Karawang dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan ini.
Lonjakan Nilai Ekspor
Menurut Bahlil, konsistensi hilirisasi membuahkan nilai tambah yang besar bagi perekonomian nasional. Nilai ekspor nikel Indonesia tercatat melonjak dari US$3,3 miliar atau sekitar Rp60 triliun pada 2017 menjadi US$40 miliar atau sekitar Rp727,32 triliun pada 2025.
Catatan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menunjukkan nilai ekspor komoditas nikel telah mencapai US$25,96 miliar atau sekitar Rp472 triliun per Agustus 2026.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.