Pendidikan

YPMAK Perketat Pengawasan Akademik Mahasiswa Penerima Beasiswa

0 kali dilihat

TIMIKA, AktuaNews – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperketat pengawasan akademik mahasiswa penerima beasiswa dana kemitraan PT Freeport Indonesia guna memastikan indeks prestasi kumulatif (IPK) memenuhi batas minimal 2,75.

Langkah pengetatan tersebut diwujudkan melalui pemberian peringatan dini sejak mahasiswa memasuki semester pertama. Kebijakan ini diterapkan demi menekan potensi molornya masa studi yang berimbas langsung pada perpanjangan durasi pembiayaan beasiswa.

“Untuk sekarang dan ke depannya, dari semester satu, kalau IPK-nya sudah di bawah 2,75, mulai semester pertama sudah diberikan warning (peringatan),” ujar Wakil Ketua Pengurus Bidang Pemantauan dan Evaluasi Program YPMAK Hendhaotje Watory di Timika.

Hendhaotje menerangkan bahwa mahasiswa yang belum berhasil mencapai standar nilai akan ditinjau ulang pada semester berikutnya. Apabila nilai perkuliahan tetap berada di bawah batas selama beberapa semester berturut-turut, tim pemantauan berhak mengajukan rekomendasi pemutusan beasiswa kepada divisi program.

Capaian IPK yang rendah berisiko membuat mahasiswa tidak lulus mata kuliah wajib sehingga terpaksa mengulang. Hal tersebut dapat memicu penambahan masa studi karena mata kuliah tertentu hanya dibuka pada semester tertentu.

Ketentuan Masa Studi

Untuk program studi umum, peserta beasiswa dipatok menuntaskan jenjang sarjana dalam tempo delapan semester atau empat tahun dengan nilai IPK 2,75. Adapun masa studi bagi bidang ilmu khusus, seperti teknik dan kedokteran, disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum masing-masing jurusan.

Pemantauan rutin dilakukan dengan menghimpun data capaian perkuliahan dari seluruh kampus mitra. Rekomendasi tim pemantau menjadi acuan bagi penentuan kelanjutan kucuran dana, sementara mahasiswa yang diputus beasiswanya tetap diperbolehkan meneruskan kuliah secara mandiri memakai biaya keluarga.

Selain nilai akademik, YPMAK mengimbau para mahasiswa penerima bantuan untuk aktif bergaul dan beradaptasi di lingkungan sekitar. Perubahan pola belajar serta kecakapan sosial dinilai penting agar mahasiswa Amungme dan Kamoro mampu bersaing dengan mahasiswa lain.

Sumber: Republika; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Herviana Mesayu

Herviana Mesayu adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Nasional. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.