Bagi IMIP menyadari, membangun ekosistem nikel yang terintegrasi, dari pengolahan bijih, smelter, hingga rantai pasok energi, tidak akan lengkap tanpa adanya inklusi sosial-ekonomi. — Sumber foto: ANTARA Geliat Usaha Kuliner di Kawasan Industri Bahodopi Morowali
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:09 WIB
BAHODOPI, AktuaNews – Pertumbuhan puluhan ribu tenaga kerja industri nikel di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mendorong pesatnya perputaran roda usaha kuliner masyarakat sekitar.
Salah satu pelaku usaha kuliner di kawasan tersebut adalah Ruslan, perantau asal Kabupaten Buol yang merintis Bubur Ayam Bandung Bintang 14 sejak 2019 di Desa Keurea. Usaha sarapan seharga Rp15.000 per porsi ini kini memiliki enam cabang di Bahodopi dengan bantuan sepuluh karyawan serta membukukan omzet harian hingga Rp11 juta.
“Bubur ini kan ibaratnya diterima semua kalangan. Baik dari bayi, anak-anak, orang dewasa, maupun orang sakit yang sedang dalam masa pemulihan,” kata Ruslan.
Selain bubur ayam, warung makan nasi kuning milik Nursia Asis di Desa Fatufia juga ramai dikunjungi para pekerja pabrik sejak dirintis pada Januari 2014. Usaha rumahan tersebut mampu menghabiskan puluhan kilogram beras setiap hari dan meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Dorongan Ekspansi Industri
Berdasarkan data Departemen Sumber Daya Manusia PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), jumlah tenaga kerja di kawasan industri itu mencapai 100.310 orang hingga September 2026. Angka tersebut terdiri atas 91.904 pekerja laki-laki dan 8.406 pekerja perempuan.
Jumlah populasi tenaga kerja kawasan industri terus bertambah dari 35.592 orang pada 2020 menjadi 86.804 orang pada 2025. Perputaran uang di Bahodopi pada 2025 diperkirakan menyentuh Rp499,1 miliar per bulan atau setara Rp5,9 triliun per tahun.
Head of Media Department PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan perkembangan kawasan ikut memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Hasil riset mencatat lima kategori UMKM terbanyak di Bahodopi meliputi 981 unit kios Pertamini, 735 stan minuman, 670 stan makanan non-bangunan, 648 kios umum, serta 591 warung makan.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.