Ilustrasi(magnifik) — Sumber foto: Media Indonesia Google Menghentikan Sementara Program Bug Bounty Open Source
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:04 WIB
Google resmi menghentikan sementara pengajuan kerentanan produk pada skema Open Source Software Vulnerability Reward Program (OSS VRP) akibat lonjakan laporan otomatis dari kecerdasan buatan (AI) yang sebagian besar tidak valid.
Kebijakan tersebut diumumkan melalui unggahan di platform X serta situs resmi program dan mulai berlaku per 1 Oktober. Google mengonfirmasi penghentian ini dipicu oleh lonjakan kiriman laporan otomatis yang didominasi informasi tidak valid. Perusahaan teknologi ini merencanakan pembaruan informasi mengenai penataan ulang program tersebut paling lambat pada kuartal pertama 2027.
“Penghentian sementara ini disebabkan oleh lonjakan signifikan dalam pengajuan laporan otomatis, yang sebagian besar tidak valid,” ujar Google.
OSS VRP merupakan skema imbalan bagi peneliti keamanan independen yang melaporkan cacat kode, kesalahan logika, serta celah desain pada repositori publik milik Google secara bertanggung jawab. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kerentanan sistem sebelum dimanfaatkan oleh pihak luar.
Berdasarkan laporan Tom’s Hardware, para insinyur Google serta pengelola proyek sumber terbuka kewalahan memeriksa ribuan laporan berkualitas rendah yang memuat halusinasi AI atau kerentanan yang mustahil dieksploitasi. Waktu tim verifikasi habis untuk memeriksa laporan palsu tersebut secara manual alih-alih menangani perbaikan kerentanan kritis yang nyata. Fenomena konten sampah atau AI slop dalam program imbalan temuan celah keamanan ini sebelumnya telah diperingatkan oleh para pakar keamanan siber sejak tahun lalu sebagaimana dilaporkan TechCrunch.
Selama masa penghentian sementara berlangsung, Google mengarahkan para peneliti untuk berpartisipasi dalam program imbalan keamanan lain yang masih beroperasi. Pengajuan kerentanan produk masih berpeluang diterima melalui Cloud VRP khusus bagi sejumlah repositori Google Cloud yang berdampak langsung pada produk layanan awan tersebut.
Sumber: Media Indonesia; Jawa Pos
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.