Partai Politik

Survei LKPI Catat Elektabilitas Partai Gerindra Teratas

1 kali dilihat

Diperbarui 9 October 2026, 16:57 WIB

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei elektabilitas partai politik pada September 2026 yang menempatkan Partai Gerindra pada posisi teratas dengan perolehan angka keterpilihan mencapai 17,3 persen.

Di bawah Gerindra, PDI Perjuangan menempati urutan kedua dengan elektabilitas 16,8 persen. Posisi berikutnya diisi oleh Partai NasDem dengan 7,3 persen, PKB 6,2 persen, Partai Golkar 6,1 persen, serta PKS 5,5 persen. Sementara itu, PAN dan PSI sama-sama memperoleh 4,3 persen, disusul Partai Demokrat dengan 4,1 persen.

Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah menyampaikan hasil jajak pendapat tersebut pada Senin (5/10/2026). Ia memaparkan bahwa masih ada pemilih yang belum menyatakan dukungan secara terbuka kepada figur atau partai tertentu.

“Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban,” kata Irwan melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

Irwan menilai besarnya proporsi responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan bahwa peta persaingan menuju kontestasi politik 2029 masih berpeluang berubah.

Metodologi Survei

Survei LKPI berlangsung pada 8 sampai 20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden di 36 provinsi. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error sekitar 3,1 persen.

Pengumpulan data dijalankan melalui wawancara tatap muka sebesar 64,4 persen dengan tingkat respons 58,3 persen. Sisanya dilakukan melalui panggilan telepon berpemandu ke nomor ponsel virtual acak dengan tingkat kontak 35 persen dan tingkat respons 33,1 persen.

Sumber: Republika; Jawa Pos

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Gunawan Putra Thomas

Gunawan Putra Thomas adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Politik dan Hukum. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.