Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan usai menghadiri tasyakuran HUT Ke-62 Partai Golkar di Jakarta, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi — Sumber foto: ANTARA Bahlil Tegaskan Golkar Lahir untuk Wujudkan Cita-Cita Negara
2 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menegaskan partainya didirikan bukan hanya untuk mengantarkan ketua umum menjadi presiden atau wakil presiden, melainkan menjadi instrumen politik demi mewujudkan cita-cita negara di Jakarta.
Bahlil menyampaikan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai peluang Golkar mendampingi Prabowo Subianto pada 2029 usai tasyakuran HUT Ke-62 Golkar di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jakarta Barat. Cita-cita negara yang dimaksud mencakup keadilan sosial, pendidikan, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Partai Golkar itu lahir bukan hanya semata-mata untuk menjadikan ketua umum jadi presiden sama wapres. Tapi Partai Golkar ini lahir untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, sejak Golkar berdiri pada 1964 dan mulai mengikuti pemilihan umum pada 1971, belum pernah ada ketua umum yang menjabat sebagai presiden. Soedharmono menjadi satu-satunya tokoh yang menjabat ketua umum terlebih dahulu sebelum menjadi wakil presiden, sedangkan Jusuf Kalla memimpin partai setelah menduduki kursi wakil presiden.
Penyeimbang dan Kesejahteraan
Bahlil menjelaskan bahwa Golkar awalnya dibentuk untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik. Setelah era reformasi bergulir pada Pemilu 1999, Golkar bertransformasi menjadi partai politik dengan tetap memegang doktrin politik kesejahteraan serta berupaya menambah perolehan kursi.
Ia menambahkan bahwa Golkar lahir bukan berdasarkan keinginan politik kelompok maupun keluarga tertentu, melainkan untuk menjawab tuntutan bangsa. Seperti diberitakan ANTARA, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut menyatakan keberlangsungan partai hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi para senior dan pendahulu partai.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.